Panti Asuhan Nurul Abyadh Online

Mei 13, 2008

Ayah, Bolehkah Berpacaran?

Diarsipkan di bawah: Buletin Panti Asuhan Nurul Abyadh — abdulcholik83 @ 9:21 am

Ayah, Bolehkah Berpacaran?

Karya : Abu Aufa

tentang-pernikahan.com - ABSTRACT:
Mungkin ada diantara kita selaku orangtua yang tidak mampu bersikap tegas dalam menyampaikan ajaran Islam, terutama yang berhubungan dengan psikoseksual remaja. Kita ‘malu’ menyampaikan kebenaran, padahal itu adalah kewajiban kita untuk menyampaikannya dan hak mereka untuk mengetahuinya. ‘Ayah, bolehkah berpacaran?’ mungkin salah satu pertanyaan yang lambat laun akan menyergap kita. Salah satu jawaban yang cerdas, memuaskan dan tepat, mungkin dapat kita simak dari artikel di bawah ini.

Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk memberikan yang terbaik kepada putra-putri kita, yaitu pendidikan yang baik dan adab yang mulia.
——————————————————————

Seorang ayah, bila ia mempunyai putra yang beranjak remaja, lambat atau cepat ia akan disergap oleh pertanyaan seperti ini: ‘Ayah, bolehkah berpacaran?’ Pengertian ‘berpacaran’ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bercintaan, berkasih-kasihan.

Sebagai Ayah yang baik, kita sudah seharusnya sejak jauh hari berusaha menyiapkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tak terduga

(lagi…)

Pacaran Boleh Ngga Ya?

Diarsipkan di bawah: Buletin Panti Asuhan Nurul Abyadh — abdulcholik83 @ 9:16 am

Pacaran Boleh Ngga Ya?

Karya : Ust. Iman Sulaiman, Lc

tentang-pernikahan.com - Assalamu’alaikum

Saya seorang mahasiswi berusia 19th. Menurut satu sumber yang saya baca, Islam memprbolehkan ‘pacaran’ sejauh ingin mengenal pasangannya saja,benarkah??krn
begitulah keadaan saya skrg..sdgkan tmn saya mengatakan islam mengharamkan pacaran,dlm bntuk apapun, saya jd bingung sedangkan untuk menikah saya rasa saya belum siap, begitu jg dengan pacar saya (setahun lbh tua dari saya). Mohon saran dan solusinya. terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Dita

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Selama ini kita menganggap bahwa pacaran itu adalah metode untuk melakukan

(lagi…)

Pacaran Yang Syar’i, Mungkinkah?

Diarsipkan di bawah: Buletin Panti Asuhan Nurul Abyadh — abdulcholik83 @ 9:14 am

Pacaran Yang Syar’i, Mungkinkah?

Karya : Ahmad Sarwat, Lc

tentang-pernikahan.com - Assalamualaikum.

Pak ustadz, saya mau nanya sebenarnya boleh gak sih pacaran itu? Soalnya temen-temen saya pada bilang tergantung niatnya. Terima kasih atas perhatiannya.

Assalamualaikum,
Dhela

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’du

Bukan tergantung niatnya, tapi tergantung caranya. Kalau niatnya, pastilah semuanya berniat baik-baik. Namun yang menjadi masalah justru pada caranya. Katakanlah niatnya baik, yaitu untuk dijadikan ajang penjajakan atau saling kenal satu sama lain, menuju ke jenjang berikutnya yaitu perkawinan. Nah, niat yang seperti ini sebenarnya bisa diterima secara syariah.

Memang di dalam syariah Islam, sebelum seseorang menetapkan calon pasangan hidup, ada anjuran untuk melakukan penjajakan. Agar terjadi saling kenal dan saling paham, antara calon suami dan calon istri. Hal seperti ini tidak dilarang dalam Islam, bahkan sebaliknya, justru amat

(lagi…)

Setelah Putus Pacaran

Diarsipkan di bawah: Buletin Panti Asuhan Nurul Abyadh — abdulcholik83 @ 9:10 am

Setelah Putus Pacaran

Karya : Redakasi Studia

STUDIA Edisi 310/Tahun ke-7 (11 September 2006)

tentang-pernikahan.com - Stop Press!! Artikel ini khusus buat mereka yang berpacaran dan pernah punya pacar. Waduh, gimana dong nasib mereka yang hidupnya lurus-lurus aja alias nggak pernah pacaran? Masa? nggak boleh ikutan baca? Hehe… tentu boleh dong. Siapa tahu ada orang-orang di sekeliling kamu yang membutuhkan, padahal kamu masih belum punya pengalaman, kamu tinggal kasihkan artikel STUDIA edisi kali ini. Asyik kan?

Masa pacaran, siapa sih yang nggak panas-dingin bila mengenangnya?

(lagi…)

Membolehkan Pacaran? Sebuah Pendekatan Positif

Diarsipkan di bawah: Artikel Islam — abdulcholik83 @ 9:05 am

Membolehkan Pacaran? Sebuah Pendekatan Positif

Karya : Ustadzcinta_manajemen

tentang-pernikahan.com - 1. Silahkan pacaran asal jangan ketahuan Tuhan
Ya, silahkan si remaja pacaran asal tidak ketahuan Tuhan. Mau di dalam gua, di tengah hutan, di puncak gunung yang sepi, di kuburan tengah malam, terserah. Pokoknya tempat yang tidak Tuhan ketahui.

2. Silahkan pacaran asal jangan asyik berdua
Silahkan pacaran saja tapi jangan pernah berduaan. Ajaklah adik, kakak, orang tua, om, tante, kakek, nenek, tetangga, pokoknya rame-rame. Jika cuma ingin berdua, lebih baik di rumah saja bersama mama dan papa.

Setelah menguraikan dua syarat ini, mungkin remaja akan mengeluh, “Ye… sama aja bohong.”

(lagi…)

Blog pada WordPress.com.