Panti Asuhan Nurul Abyadh Online

Maret 11, 2008

~Rajutan yang Kusut~

Diarsipkan di bawah: Artikel Lain, Artikel Umum, Artikel Umum — abdulcholik83 @ 8:10 pm

ad1.jpgBintang tak selamanya bercahaya, Matahari tak selamanya menyinari, bulan tak selamanya memutari bumi, tak selamanya bumi menopang makhluk didalamya, tak selamanya dunia beredar pada peredarannya…..

Ada masa dimana mereka semua bertasbih kepada Sang Pencipta, ada masa dimana mereka semua memanjatkan do’a suci kepada Sang Maha Agung, ada masa dimana mereka semua sujud penuh tangisan lirih nan syahduh memohon ampunan Sang Maha Penyayang…..

Terkadang manusia lengah akan itu semua, manusia lalai akan itu semua, manusia lupa akan itu semua, terkadang manusia bisa lebih licik dari hewan, manusia bisa lebih rendah dari hewan, manusia bisa lebih biadab dari hewan tak ayal itu semua karena tak adanya rajutan akhlak yang baik. Banyaknya lubang termakan rayap pada jiwa dan hati mereka.

Astaghfirullah…jika kita menyadari.. betapa kecilnya kita dibandingkan bintang.. betapa kecilnya bintang dibandingkan bulan…betapa kecilnya bulan dibandingkan matahari dan seterusnya.. masyaallah kita adalah yang paling kecil dan paling rendah dihadapNya, terkecuali hanya hamba hamba yang sempurna tatanan dalam jahitan akhlak, iman dan ketaqwaannya kepada Sang Khalik

Bisa kita bayangkan ketika kita harus lepas dari ini semua, dari kenyataan hidup dunia yang tidak kekal ini. Harus sendiri dalam segala hal, mampuhkah kita? Jika kita hanya bisa menyia-nyiakan waktu terbaik kita, ketika kita harus berdua dengaNya, bermesraan denganNya, berbagi waktu dan kesempatan denganNya, menjalin kisah cinta yang sangat indah denganNya. Saat dimana seorang hamba begitu dekat dan sangat dekatnya dengan Rabbnya.

Subhanallah, Maha Suci Engkau…ketika kesadaran kami datang, merugilah kita ketika pada saat itu kita akan menghadapNya, merugilah kita dimana saat itu hilanglah segala kemampuan kita.

Jika demikian dengan apa kita bisa merubah nasib kita, jika semuanya sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur dan basi melebu jadi satu dengan dzatnya. mau menunggu sampai kapan kita sadar? mau menunggu sampai kita mau sakaratul maut?

Sejenak kita merenung, bahwa segala yang kita miliki hanya titipan semata, yang sewaktu - waktu pemilik akan mengambilnya. Dan pada saat itu kita hanya bisa terdiam membeku tanpa bisa berbuat apa apa. Tatapan mata yang nanar penuh penyesalan, tanpa harus ada sepatah kata yang mampu terucap di awal dan akhir kejadian, begitu ironisnya, betapa malangnya kita, betapa sia-sianya kita, tak manfaat sedikitpun hidup kita. Tujuan hidup yang hampir tercapai harus rela terbengkalai, cita - cita yang tinggi harus rela kita hapus dari memory kita, Astaghfirullah….begitu meruginya kita sebagai manusia yang merupakan makhluk Tuhan yang berbeda dari makhluk ciptaanNya yang lain, yang paling diagungkan olehNya, dan yang sangat disayangi Baginda Rasulullah SAW. Sia sia segala perjuangan Beliau jika tahu akhir kisah ummatnya yang sangat ironis.

Wahai diri ini dan jiwa jiwa lainnya yang masih harus mengulang rajutan jiwanya sebagai persembahan nantinya kepada Allah SWT Maha dari segala Maha. Sempurnakanlah rajutan iman dan ketqwaan kita. Pergunakanlah alat dan bahan yang paling indah dari yang kita miliki, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang….

Persembahan bagi jiwa yang kusut….

Dari benang terindah yang aku miliki…..^_^

Kebisuan

Diarsipkan di bawah: Artikel Umum — abdulcholik83 @ 7:31 pm

Ya Rabb……adakah dosa yang tidak dapat terampuni….ad2.jpg

selama seorang hamba mau memohon kesejukan ampunanMu

Ya Rabb…..akankah pengabdian seorang hamba sia sia belaka….

ketika kami yakin janji janji nan agung Engkau persembahkan kepada kami

Ya Rabb……apalah daya seorang hamba melalaikanMu…

padahal tak sedikitpun waktu Engkau menyia-nyiakan kami

Tak sejengkalpun Engkau tega menelantarkan kami di panasnya neraka

Ya Rabb……masih pantaskah muka kami menengadah dihadapanMu….

sementara kami lalai akan kasih sayangMu

apakah masih ada sedikit ruang yang mau menampung kami kelak disisiMu…

sementara kami lengah atas semua perhatianMu..

apakah masih ada belaianMu hangat nan lembut dalam  sujudku …

sementara kami jauh dari jalan petunjukMu…

Masih pantaskah tangan ini menggapaiMu…

padahal telah banyak kami torehkan pisau pisau tajam padanya…

Masih adakah jalan lain yang bisa kami gunakan berjalan dengan baik…

meskipun kaki ini tanpa sutera… meskipun lutut ini harus merah merona…..

sementara kami berlari jauh dari bisikan manisMu…

Ya Rabb…layakkah hamba….pantaskah hamba

atas semua ini…

Dalam akhir sujudku, dalam melebarnya hatiku, dalam kedahsyatan imanku…

kuhanturkan kekhilafanku….kekufuranku….

Harapan kian besar kunantikan….kesetian malamku hanya untukMu

Inti cintaku hanya padaMu….

Terimalah hamba ini apa adanya dengan segala kekurangan dan kekhilafan jiwa raga……

Ya Rabb ….syukur kami kupersembahkan padaMu

Laa illaha illallah…..

Dalam Sujudku…

Diarsipkan di bawah: Artikel Umum — abdulcholik83 @ 6:58 pm

Dalam keheningan  malam                                                                                                         

Kubangkitkan segala jiwa dan raga

Kubasuh segala noda hitam nan remang

Dengan aliran sungai surga

Segala resah…amarah……kedengkian…..

Berlari entah kemana

Tersisakan kemurnian jiwa, kesucian hati

hadir memecahkan kesunyian malamMu

Kupanjatkan ayat ayat suciMu, hatipun bergetar begitu kencang

Tarian angin nan menyejukkan hati yang haus

Kelembutan kasing sayangMu yang membelai jiwa dan raga

Menumpahkan tetes tetes setiap noda

Diatas Sajadah suci ini, Kupanjatkan segala do’a dan harapan yang agung

Ku ukirkan ayat ayat penuh makna dan mengena

Sujudku adalah saksi nyata…..

Dalam sujud ku MengenalMu….MenyembahMu……..MencintaiMu

dengan segenap jiwa dan raga

Hingga putus nadi dan detak jantungku

Ya Rabb…..kurindu Engkau

Dalam setiap sujudku…

Maret 10, 2008

Ayat ayat Cinta……

Diarsipkan di bawah: Artikel Lain, Artikel Umum — abdulcholik83 @ 8:11 pm

Assalammualaikum, wr, wb… 

Wah ayat -ayat cinta…. pasti nggak asing lagi di telinga kita. yup bener banget, siapa yang nggak tau film indonesia yang lagi booming dan banyak digemari anak muda sekarang. Pengen liat filmnya, nonton aja di bioskop bioskop kesayangan anda ( seperti iklan aja ….). Film ini diangkat dari novel yang best seller banget, dan cukup diacungin jempol dech pengarangnya siapa lagi kalo bukan . Pasti para pembaca sudah banyak yang meluangkan waktunya untuk menikmati sajian dari novel ini. Kisah dimana pengorbanan cinta seorang muslimah. Kita membaca jangan hanya sekedar hiburan, tapi kita harus bisa meresapi dan menghayati, sebenarnya bagaimana dan apa yang mau disampaikan penulis untuk pembacanya. Mungkin bagi para pembenci novel atau anti novel, buku ini kurang menarik isinya, tapi sebaliknya bagi sang pengagum novel. Dia mungkin bisa aja terbawa suasana. Wah terlalu meresapi dan menghayati. Banyak hal yang dapat kita ambil hikmanya dari novel ini mengenai islam dalam mengatur hubungan yang bukan mahramnya, meskipun nggak semua. Saya terus terang cukup tertarik untuk melihat filmnya, kayak gimana sich sutradara indonesia mengemasnya. Ternyata cukup menarik juga meskipun banyak hal yang mungkin masih melenceng. Tapi setidaknya beberapa pesan bisa tersampaikan.

Yang cukup menarik, film ini sering menggunakan bahasa arab mesir dan itu membuat nilai lebih bagi film ini. Kemudian setting tempat dan suasana yang mirip banget dengan suasana mesir. Dan kemudian pesan pesan lain yang juga bisa kita jadikan panutan. jadi menurut saya, jangan melihat sesuatu dari segi negatifnya tapi kita juga harus bisa dan mau melihatnya dari segi positifnya. Tidak semua hal berisi hal negatif, pasti ada hal positifnya, selama bagaimana cara kita memandangnya dan menilainya.

Setelah melihat film ini, saya mendapat beberapa hal yang menarik dan bermanfaat. seperti bagaimana cara kita tabah dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Kita tidak boleh bersu’udzon kepada Allah, tapi harus berkhusnudzon kepadaNya. Dan ternyata saya baru tau gimana sich gambaran Ta’aruf dalam islam, meskipun nggak terlalu sempurna mungkin. Dan Juga satu hal yaitu bagaimana kita bisa menjaga hubungan horisontal didunia, karena ini penting banget. Dan ternyata menjalin hubungan baik sesama islam maupun non islam itu tidak ada rugi dan banyak sekali manfaatnya, selama kita tidak keluar dari syariat agama kita.

Tapi segala sesuatunya kembali lagi pada pribadi masing - masing. Dalam islam tidak ada unsur paksaan. Dalam Islam segala sesuatu sudah diatur dan ditetapkan sedemikian rupa dan sempurnanya oleh Allah SWT, dan tidak ada hal yang terlalaikan, tidak ada hal yang sulit dihadapi, tidak ada hal yang susah untuk dijalani, tidak ada suatu masalah yang sulit diselesaikan, tidak ada hal yang buntu pasti segala sesuatu ada jalannya selama manusia mau berusaha dan berdo’a dan selalu memujiNya. Kita tidak boleh terlalu pusing dan menganggap segala halnya itu beban dan sulit, Agama Allah tidak menyulitkan kita, tetapi malah memudahkan kita, itulah tanda kebesaran dan kasih sayang Allah SWT kepada hambaNya, jadi saking kepingin hambaNya menjadi baik, Allah tidak mau membebani hambaNya. Tapi masalahnya sekarang hambaNya yang tidak mau tau dan peduli dengan janji Allah dan kasih sayang Allah SWT. Jadi merugilah orang -orang yang demikian. Semoga kita tidak termasuk yang demikian, Aamiin Yaa Rabbal A’lamiin.

Syukron katshir….. kepada para pembaca yang sudah mau membaca artikel sederhana ini. Semoga Allah selalu melindungi dan menyayangi kita dengan kasih sayangNya. Aamiin.. ;)

Blog pada WordPress.com.