TAWADLU
Tawadlu (rendah hati) merupakan lawan sikap dari takabur, karakter setan, sangat takabur ketika ia disuruh sujud ke Adam as, ia menolak keras, karena adana perbedaan dari apa ia ciptakan.
Sepanjang sejarah kehidupan manusia, orang-orang ang tawadlu selalu disegani, dihormati dan diteladani di dalam berbagai formulasi kehidupannya.
Husein bin audah, pengarang buku “Al-Tawadlu’wa Manzilatuhu min Al-Din” di Beirut,Libanon, mengatakan bahwa “Tawadlu” adalah jalan lurus untuk menyatukan hati dan kata dengan cara berkompetisi dan berjanji pada dirinya sendiri untuk merendah diri kepada siapapun.
Tawadlu, adalah hamba Allah yang berani menerima kebenaran dari siapapun datangnya, baik dari oarng tua, orang muda, mulia,atau hina, merdeka atau hamba sahaya.
JANGAN SOMBONG
Allah berfirman di dalam Al Qur’an Al Mukmin 60 : sesungguhnya orang0orang yang sombong, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam dalam keadaan terhina.
MENGHANCURKAN
Hadits Thabrani, menjelskan bahwa yang menghancurkan tawadlu,adalah sifat kikir yang di taati, hawa nafsu yang diikuti, sombong, dan inilah yang paling berat.
TANAH SUCI
Sesngguhnya tanah suci, tidak dapat mensucikan seseorang, tetapi sesungguhnya yang dapat menjadikan orang suci adalah amalanya (HR. Akhmad).
BANYAK BICARA
Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Tirmidzi, bersabda :
Yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari kiamat ialah : orang yang anyak bicara, tidak teliti dalam bicara, dam menyombongkan diri.
Dalan hadits muslim, ditambahkan : Allah tidak akan mengajak bicara, tidak mensucikan, dan tidak meliriknya kepada 3 golongan : yaitu kakek yang berzina, raja pembohong dan orang miskin yang angkuh.
TIDAK ADA IMAN
Dalam hadits Buchori-Muslim, dijelsjn bahwa tidk ada iman bagi orang yang tidak dapat dipercaya, yangtidak amanah, dan tidak ada agama bagi orang-orang yang tidak menepati janjinya.
SILATURAHIM
Di dalam hadits Ibnu Majah, Imam Thabrani, dijelaskan bahwa kebaikan yang paling cepat mendapat balasan pahalanya adalah berbuat kebajikan dan silaturahmi. Sebaliknya keburukan yang cepat siksanya adalah mereka yang memutus silaturahmi.
Rakhmad Allah SWT tidak akan turun kepada suatu kaum yag didalamnya da orang yang men\mutus hubungan silaturahim.
TAWADLU RASUL
Aisyah, isteri Rasulullah berkata : beliau (Nabi) biasa menambal sendiri trompahnya, menjahit bajunya, melaksanakan pekerjaan dengan tanganya sendiri seperti mencuci pakaianya, memerah susu dombanya, dan membereskan urusanya sendiri.
Tawadlu Rasulullah yang lain, adalah beliau bersbda kalian jangan berlebihan memujiku. Aku hanya seorang hamba, maka panggilah aku Abdullah (hamba Allah).
(HR.Bukhoro dan Akhmad).
Rasul juga bersikap sangat ramah, menyenangkan, sebagia contoh kalau beliau melewati anak-anak kecil yang sedang bermain, beliau mengucapkan salam kepda mereka.
(HR.Muslim).
Rasul ketika naik haji, duduk di atas pelana onta yang usang, dan memakia selimut yang murah.
Rasulullah juga banyak berdzikir, sedikit bergurau, memanjangkan sholatnya, tidak sombong, dekat dengan orang miskin, dengan para janda, dan bahkan membantu,melayani, kebutuhan mereka. (HR.An Nasa’i).
Dan Rasulullah, tidak lame memandang seseorang, beliau banyak menundukkan pandangan, bahkanbanyak menatap ke arah tanah. (Tim Redaksi)